“Masjid Meukeutop”

Masjid Khas Meukeutop T. Umar

Kali ini kita jalan2 ke sebuah masjid (tepatnya sih karena nyasar sepulang acara kenduri kemaren….hehehehe). Masjid ini terletak di kawasan Setui, Banda Aceh. Dikenal sebagai Masjid T. Umar atau Meukeutop, karena bagian kubah masjid menyerupai Meukeutop/Peci T. Umar. Unik yaa….^_^

Gambar

RI – 001 “Seulawah”

Melihat pesawat ini, bukan berarti kita lagi berada di bandara lho. Tapi, pesawat ini justru malah “parkir” di sebuah lapangan yang dikenal dengan blang padang, Kota Banda Aceh.

Menurut info sejarah yang saya dapatkan (ceilee…hehe….)
Monumen perjuangan ini dibangun sebagai tanda penghargaan kepada TNI-AU kepada rakyat Aceh dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI.

monumen ini diresmikan pada tanggal 29 Juli 1984 (hmm….saya belum lahir ternyata..he)

Sebuah Nasehat

Sebuah Nasehat 1

Agar engkau menjadi raja yang disegani di kalangan manusia…
Maka jauhilah untuk berkata-kata pada suatu perkara sampai engkau mencari tahu tentang kebenaran sumbernya…

Jika seseorang datang kepadamu dengan membawa suatu berita
Maka klarifikasilah berita tersebut sebelum berbicara…
Jauhilah kabar-kabar burung…
Jangan membenarkan setiap ucapan dan juga separuh dari apa yang engkau lihat…

Jika Allah mengujimu dengan seorang musuh, maka lawanlah dia dengan berbuat baik kepadanya…
Tolaklah dengan cara yang baik, karena sungguh permusuhan itu akan berbalik menjadi kasih sayang…

Jika engkau ingin menyingkap kesungguhan temanmu dalam persahabatan…
Lakukanlah perjalanan jauh (safar) bersamanya…
Karena dalam perjalanan, tabiat manusia akan tersingkap…

Jika manusia menyerangmu sementara engkau berada diatas kebenaran…
Atau menghujanimu dengan kritikan…
Bergembiralah!… Sungguh mereka telah berbicara untukmu…
Engkau telah sukses dan memberikan pengaruh…
Anjing mati tidak akan ditendang… Dan tidak dilempari kecuali pohon yang berbuah!!!

Anakku…

Baca lebih lanjut

Senandung kalbu

Semalam yang telah pergi
Telah menghilang tanpa jejak
Membawa bersama duka dan suka
Mengantarkan pada hari baru yang kan ditempuhi

Hening malam melarutkan diri
Inginku berlarut lama didalamnya
Karena begitu tenang
Sangat tenang

Jadi,
Tak perlu ada kegelisahan ini
Tak perlu ada kegundahan hati
Tak perlu cemaskan masa depan
Karena ada Allah bersamaku
Yang telah menetapkan semuanya
Semua hal yang terbaik
YAKINLAH…
Hanya Allah yang bisa
Semua berlaku karnaNYA
Tiada daya makhluk menghalanginya

#Kutitip semua kerinduanku
R/28052011

…Genggaman Terbatas…

Saudaraku….
Lihatlah telapak tanganmu.
Ada beberapa garis utama yang menentukan nasib.
Ada garis kehidupan…rezeki… & jodoh.

Menggenggamlah sekarang,
Semuanya ada dalam genggamanmu,
…..artinya Apapun takdir & keadaanmu nanti semua ada dalam genggamanmu sendiri,
Maka,
Berjuanglah dengan keras tuk menentukan nasib sendiri.

Tapi coba lihat lagi Genggamanmu,
Ternyata masih ada garis yang tidak ikut tergenggam.
Sisa garis itulah diluar kendalimu…
Nah, di situ letak ‘The Power of ALLAH’ yang tiada kemampuan kita terhadapNya, itulah bagian ALLAH.

Maka Genggamlah & lakukanlah bagianmu dengan kerja keras & kesungguhan hati.
Jangan lupakan semua itu saudariku….
Karena tidak semua hal yang mampu kita lakukan.
Ber-tawakkal lah kepada ALLAH…”

#catatan jum’at pagiku ^_^
syukron ya kk-Q
kutipan dari pesan singkatnya memberikan kekuatan dari dimensi yang berbeda🙂

By Reiko Althafunnisa Posted in Tak Berkategori

Mental Juara, Perlu…!!!

Pengaruh Mental Juara Bisa Terlihat Dalam Sebuah Kompetisi

Saya seringkali menonton sepak bola dan mengikuti kompetisinya. Yang cukup menarik ialah bagaimana peran mental juara terhadap keberhasilan sebuah tim. Ternyata, memiliki pemain dengan keterampilan yang mumpuni saja tidak cukup.

Seringkali sebuah tim bertabur bintang tidak bisa menjadi juara, bukan karena masalah kemampuan fisik tetapi justru karena hilangnya mental juara.

Pengaruh mental pada pertandingan memang dengan mudah bisa kita lihat. Misalnya dalam pertandingan sepak bola, tuan rumah selalu memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan saat bertamu karena mendapatkan dukungan mental dari penonton. Ini menunjukkan bahwa peran mental juara dalam sebuah pertandingan sangat besar.

Mental Juara Bukan Untuk Olah Raga Saja
Tentu saja, yang dimaksud mental juara itu bukanlah dalam bidang olah raga saja. Bukan dalam pertandingan saja, tetapi juga untuk berbagai bidang lainnya.

Mental Juara Diperlukan Dalam Karir
Yup, jika Anda ingin memiliki karir yang sukses, langkah pertamanya adalah Anda harus membangun mental juara. Banyak karyawan dengan potensi yang luar biasa, tetapi karena tidak memiliki mental juara, maka semua potensinya terabaiknya. Dia tidak tidak mau memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya sehingga tidak menjadi yang terbaik.

Juara Dalam Bisnis = Untung Besar
Jika Anda memiliki produk atau jasa juara, maka produk dan jasa Anda akan lari manis. Jika Anda memasarkan produk dengan cara juara (baca yang terbaik) maka dia pun akan mendapatkan hasil yang terbaik. Siapa pun suka yang terbaik. Jika Anda terbaik dalam bisnis Anda, maka otomatis Anda akan mendapatkan untung yang terbaik.

Juara Sejati Memiliki Sikap Sportif
Tentu saja, yang dimaksud disini bukan cara meraih juara dengan menghalalkan segala cara. Seorang juara sejati akan selalu bertindak sportif. Apa jadinya jika kita juara tetapi didapat dengan cara yang tidak baik? Maka sesungguhnya gelar juara akan terasa semua. Anda tidak benar-benar juara, hanya secara resmi saja.

Berlaku curang, sikut kiri sikat kanan, dan mencuri start bukanlah sikap seorang juara sejati. Juara sejati berusaha untuk menjadi yang terbaik, bukan sekedar mencari gelar juara. Selalu ingin menjadi yang terbaik adalah mental juara yang benar, bukan sekedar mendapatkan gelar, penghargaan, bonus, atau piala.

Mulailah Dengan Percaya Diri
Salah satu mental juara itu adalah percaya diri. Dia yakin bahwa dia mampu menjadi juara. Hanya orang yang percaya dirilah yang berani masuk gelanggang untuk bertanding. Percaya dirilah yang akan menjadi dia bertindak dengan cara yang terbaik.

Juara Itu Bukan Berarti Sombong
Seorang juara sejati akan bertindak, kemudian melakukan apa yang dia lakukan sebaik mungkin. Bukan dengan cara hanya omdo (omong doank) sambil menjatuhkan dan menjelekan lawannya. Sikap seperti ini sama sekali tidak menggambarkan mental juara. Justru, sikap sombong datang karena dia tidak percaya diri menjadi juara. Dia akan berusaha menjatuhkan lawan dengan omongan supaya dia dianggap juara.

Juara Sejati Mengakui dan Menerima Kekalahan
Dia tahu, bahwa kekalahan bukanlah kiamat. Mungkin dia tidak menjadi juara pada pertandingan kali ini. Tetapi dia tidak berhenti, dia mengambil hikmah sehingga pada pertandingan berikutnya dia bisa tampil lebih baik lagi. Dia tidak menyesal, tidak terpukul, dan tidak juga menyalahkan lawan. Menyalahkan lawan hanya akan menutup mata kita melihat kekurangan diri untuk diperbaiki.

Apakah Anda memiliki mental juara? Apakah Anda ingin membangun mental juara?

Sumber :

By Reiko Althafunnisa Posted in Motivasi

…Panglima Prang…

Lagi senang dengerin nasyid “Panglima Prang” yang disenandungkan oleh Izzatul Islam. Pertama kali denger nya di radio Seulawet FM (91.0 FM), semangat gitu dengernya mgkn bisa jadi pengaruh Izzis yang ngebawain nya dgn semangat kali ya…(hehe).

Hmm…awalnya ga ngerti niy artinya coz Full bahasa aceh niy (maklum deh kan pendatang baru di tanah rencong ini…hehe), tapi ya intinya tentang Panglima Perang gitu deh kayaknya (cuma mikir kyk gt aja sih awalnya)….dan akhirnya bisa juga nemu transletannya (nemu di blog orang juga, http://onnayokheng.wordpress.com/2010/05/07/lirik-izzatul-islam-panglima-prang) :

Panglima Prang

Lirik Asli :

“Panglima prang deuh panglima prang katroh geuwo
Ngon raja nanggroe ngon raja nanggroe hate lam suka

Kru seumangat meukru seumangat seuot judo dro
Cutbang ka neuwo cutbang ka neuwo seunang ka neuba
Alhamdulillah alhamdulillah Tuhan lon pujo
Beudoh cut putro beedoh cut putro seumah kakanda”

Geu hoi ngon kadi geu hoi ngon kadi ngon rakyat nanggroe
Oh malam uro oh malam uro qur’an neubaca
Nibak ilahi nibak ilahi geuseurah dro
Pahlawan kamoe pahlawan kamoe beu ek sejahtra

Wahe adun lon wahe adun lon panglima prang
Hate lon seunang hate lon seunang ngon pesan
Tijoh ie mata tijoh ie mata karena girang
Teuku neu riwang teuku neu riwang ubat peunawa”

Nah, ini niy kira2 Transletannya dalam bahasa indonesia :

” Mari kita sambut dengan gembira
Kakanda yang telah pulang
Alhamdulillah segala puji bagi Tuhan
Bangunlah adinda sambut kakanda pulang

Seluruh perangkat negeri dan rakyat
Malam harinya membaca Al Qur’an
Kepada ilahi kita serahkan diri
Semoga pahlawan kita ditinggikan kedudukanya

Wahai kandaku panglima perang
Hati dinda sangat senang tiada terkira
Berlinang air mata karena senangnya
Kakanda pulang obat penawar luka

Panglima perang telah kembali
Dengan raja negeri dalam keadaan senang gembira”